Shalat
Bismillahirrahmanirrahim... Pada kesempatan kali ini
kita akan barkumur-kumur suatu masalah yang mana masalah ini adalah suatu
kewajiban bagi kita dan berdosa hukumnya jika kita meninggalkannya, yea ..ia
adalah shalat. Shalat
merupakan tali hubungan yang kuat antara seorang hamba dengan tuhannya. Hubungan
yang mencerminkan kehinaan seorang hamba dan keagungan tuhannya,yang
bersifat langsung tanpa perantara dari siapa pun. Oleh karena
itu shalat di letakkan dalam kedudukan yang tinggi dan sangat terhormat dan
tiada ada bandingnya. Hal itu dijelaskan secara tegas oleh sabda rasulullah saw
:
رأس الامر الاسلام وعموده الصلاة وذروة
سنامه الصلاة
“Pokok segala urusan adalah islam dan tiangnya adalah shalat
dan titik puncaknya adalah jihad”.
Shalat adalah tiang agama yang mana agama tidak dapat berdiri tegak
denagn sendirinya dan jika kita tidak melajsanakan shalat maka agamapun akan
rubuh. Begitu juga dengan sebuah bangunan jika tiang bangunan itu rubuh, maka
akan runtuh pula bangunan yang ada di atasnya, karena shalat adalah amalan yang
pertama kali di hisab di akhirat kelak sebagaimana sabda Rasulullah saw :
أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة
,فان صلحت صلح سائر عمله,وإن فسدت فسد سائر عمله.
“Amalan yang pertama kali
di hisab di akhir kelak dari seseprang pada hari kiamat kelak adalah shalat, jika
shalatnya itu baik, akan baik pula seluruh amalnya. Dan jika rusak amalnya itu,
akan rusak pula seluruh amal perbuatannya”
Oleh
karena itu, baik atau rusaknya amal perbuatan seseorang tergantung pada baik
atau tidaknya shalat yang ia kerjakan.
Di antara
bukti keagungan shalat adalah bahwa Allah Ta’ala tidak memerintahkan
pelaksanaan shalat di bumi melalui perantaraan malaikat jibril, melainkan ia
mewajibkan shalat itu langsung dan tanpa perantara siapa pun, yaitu pada malam isra’
mi’raj diperintahkan kepada seluruh umat manusia melalui nabi Muhammad saw
di atas langit ke tujuh sebanyak 17 rakaat dalam 5 waktu, itu pun setelah Rasulullah
beberapa kali mengajukan banding kepada Allah SWT atas banyaknya rakaat yang
harus dikerjakan karena pertama kali Allah memerintahkan shalat sebanyak 50
waktu (apa enggak teler kalau kayak gitu hehe).
Sesungguhnya Allah SWT yang
Maha Mulia nan Bijaksana sangat murka dan mengancam akan menimpakan kecelakaan
terhadap orang yang menyia-nyiakan shalat, sebagaimana yang terungkap dalam
firman-Nya:
فخلف منٌ بعدهم خلف اضاعوا الصلاة واتبعوالشهوات فسوف
يلقون غيا (سورة مريم)
“Maka datanglah sesudah
mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalatnya dan memperturutkan
hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemuai kesesatan.”(Q.S maryam:59)
فويل للمصلين (4)
الذين عن صلاتهم ساهون(5) ( الماعون)
“Maka kecelakaan bagi orang-orang yang shalat,
yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.”
Dalam riwayat yang diketengahkan oleh ibnu jarir dari hadist ummu salamah: sesungguhnya ketika nabi saw hendak menghadap allah (wafat) belau bersabda : “ingatlah shalat, shalat, dan shalat.”
Dalam riwayat yang diketengahkan oleh ibnu jarir dari hadist ummu salamah: sesungguhnya ketika nabi saw hendak menghadap allah (wafat) belau bersabda : “ingatlah shalat, shalat, dan shalat.”
Shalat adalah salah satu
rukun islam yang sangat penting, sehingga tak seorang pun di benarkan dan direkomendasikan
untuk meninggalkannya bahkan orang sakit separah apapun kondisinya ia tetap
wajib untuk melaksakan shalat sesuai dengan kemampuannya, jika ia tidak bisa
berdiri maka diperbolehkan untuk melaksanakannya dengan duduk, jika ia juga tidak bisa duduk
maka diperbolehkan juga tidur melaksanakanya dan kalau dengan tidur pun tidak
bisa lagi yea makin gampang cukup dengan menshalatkannya maka urusan pun
menjadi beres hehe.
Karena pentingnya shalat,
hingga celaka besar bagi yang meninggalkannya. Maka, ketika seorang yang suka
meninggalkan shalat itu mati, ia dimasukkan ke dalam perut bumi, lalu ia
menjerit-jerit pilu. Tetapi tak seoarang pun yang peduli, bahkan bumi berkata
kepadanya, “Kamu dahulu tertawa terbahak-bahak di atas punggungku, sekarang
kamu menjerit pilu di dalam perutku. Kamu dahulu memakan yang enak-enak di atas
punggungku, sekarang cacing di perutku gantian yang memakan dagingmu. Kamu dahulu
berselimutkan kain-kain indah dan sutra, sekarang kamu hanya berselimut kan
debu. Kamu dahulu tidak senang mencium bau-bau yang tidak sedap, sekarang
segala sesuatu tidak mau mencium baumu. Kamu dahulu sombong di atas punggungku,
sekarang kamu tidak punya teman sama sekali selain cacing-cacing yang (unyu-unyu
dan imut-imut) yang ada di dalam perut ku. Kamu dahulu meninggalkan shalat di
atas punggungku, sekarang aku suguhi bara-bara api neraka, sehingga bagaimanapun
posisimu, bara api itu ada di sekelilingmu.”
Dalam sebuah riwayat yang
menerangkan tentang beratnya dosa meninggalkan shalat, dikisahkan seorang
perempuan datang menemui Nabi musa as sambil menangis dan mengadu kepada beliau
tentang dosa berat yang telah dilakukannya karena ia ingin bertaubat. Lalu nabi
Musa as bertanya kepadanya, “Dosa apa yang telah engkau lakukan, wahai
saudariku?”.
“Aku telah berzina dan
anak hasil perzinahanku aku bunuh dengan mencekik lehernya.” Jawab si wanita
dengan terisak.
Seketika nabi Musa marah kepada si perempuan
kemudian ia mengusir nya dari rumahnya (nabi musa as) sambil berkata setengah
membentak,
“Betapa bejat perlakuanmu
wahai wanita. Pergilah kamu dari rumah ini! Jangan sampai musibah menimpa rumah
ini karena kehadiranmu. Lalu si perempuan pulang dengan nangis terbahak-bahak.
Setelah wanita itu pergi datanglah malaikat Jibril menemui nabi Musa as dan
berkata, “Mengapa kamu mengusir wanita yang ingin bertaubat tadi, padahal Allah
SWT maha menerima taubat”.
“Apa yang dilakukannya
sangatlah keji. Ia berzina dan membunuh anak hasil perzinahan tersebut” jawab
nabi Musa as.
“Tahukah kamu ada dosa
yang lebih berat daripada dosa yang telah dilakukan oleh wanita tadi?”
“Dosa apakah itu wahai
Jibril?”
“Dosa mereka yang
meninggalkan shalat dengan sengaja dan tidak menyesalinya sama sekali”
Na’udzubillah. Bahkan
dalam sebuah hadist Rasulullah mengatakan bahwa dosa meninggalkan shalat dengan
sengaja lebih berat daripada membunuh 70 orang nabi dan berzina dengan ibu
kandung di dalam ka’bah. Sekarang setelah membaca kumur-kumur di atas barusan,
kita harus berpikir berkali-kali untuk
meninggalkan shalat.
Sekarang ini banyak orang
yang salah menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an
dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kemauan untuk mendapatkan ilmu, misalnya potongan
ayat berikut ini:
إن الصلاة تنهى عن
الفحشاء والمنكر
“Sesungguhnya shalat
itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”
tapi mereka mengganti kata إن (sesungguhnya) menjadi kata عند(ketika)
tapi mereka mengganti kata إن (sesungguhnya) menjadi kata عند(ketika)
bukannya : ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
melainkan: عند الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
Jadi hanya ketika shalat
saja ia terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, sedangkan setelah shalat
entah apa yang ia lakukan.
Pada dasarnya shalat merupakan
petunjuk hati, pengabul hajat orang mukmin atas restu Allah dan bisa mencuci
dosa dan meleburkan kesalahan. Jika ada seseorang yang sangat rajin
melaksanakan shalat tapi rajin juga melaksanakan maksiat, maka shalatnya belum
benar dan tidak bermanfaatlah ibadah yang ia kerjakan.
NANTIKAN KUMUR-KUMUR KITA
SELANJUTNYA...!!!

Luar biasa...!!!
BalasHapustpi kok "nangis terbahak-bahak"?
terima kasih kepada sahabat saya zulham, karna anda menjadi orang pertama yang mengomentari kumur-kumur saya hehe
BalasHapusada pertanyaan kenapa "nangis terbahak-bahak ? kenapa tidak nangis terisak-isak? karna itu hanya iseng-iseng saja, saya menggunakan kata-kata seperti "kumur-kumur" yea... itu semua hanya untuk tulisan khas saya, sehingga orang bisa mengenali kalau ada kata-kata seperti itu berarti itu tulisan saya hehe. sukron, salam hayyil.