Mati adalah kata yang tidak di sukai oleh kebanyakan orang.
Banyak yang menghindar darinya. Kematian itu sendiri tentunya lebih ditakuti
dari sekedar kata mati itu. Tidak hanya oleh manusia , binatangpun takut untuk
mati, seakan tidak ada yang sudi mati.
Ada sebuah ayat al-qur’an yang sekiranya diturunkan kepada
gunung niscaya luluh lantak gunung itu. Yang apabila di renungkan oleh
pembacanya maka hatinya bergetar ketakutan dan air matanya mengalir, yang jika
dihayati oleh orang-orang yang bergelimang maksiat maka ia bertaubat. Serta
bila difahami oleh siapa saja yang berpaling dari seruan Allah SWT maka iapun
bersegera kembali kepadanya. Ayat yang menyebutkan tentang pintu gerbang dari
sebuah perjalanan panjang nan berat…
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ
أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
ARTINYA:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya
pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari
neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S ali
Imran 185)
Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, kehidupan yang
hakiki adalah ma ba’da maut, yaitu alam akhirat.
Oleh karena itu kita hidup di dunia ini harus lah menjadi
orang yang cerdas?
siapa orang yang paling cerdas di muka bumi ini?
siapa orang yang paling cerdas di muka bumi ini?
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ
عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ
اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» ، قَالَ:
فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا،
وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ» [رواه ابن
ماجه بإسناد حسن]
Artinya: “Dari Ibnu Umar berkata: “Ketika aku bersama
Rasulullah saw, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar. Setelah mengucapkan
salam kepada Nabi, ia bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang mukmin yang
paling utama?” Rasulullah saw menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”. Laki-laki
itu bertanya kembali: “Lalu siapakah orang mukmin yang paling cerdas?”
Rasulullah saw bersabda: “Yaitu orang yang paling banyak mengingat kematian dan
paling banyak mempersiapkan bekal untuk hari kemudian. Itulah orang-orang
cerdas” (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan).
Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat didunia dan
akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan
gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana, seandainya -ada
mayat yang di bangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang
sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan
tidak tidak nyenyak dalam tidurnya.
Diantara dalil proses sakaratul maut adalah:
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah
yang kamu selalu lari daripadanya.(Q.S AL-QOF :19)
Kata sakaratul maut bersal dari kata sakara yaskuru yang berarti mabuk. Yaitu
orang dalam keadaan seperti mabuk kondisinya tapi dia tidaklah mabuk.
Cukuplah dengan mengingat kematian kita dapat beramal lebih
extra karna kita hidup di dunia ini tidak lain hanyalah untuk beribadah ,
Allah Ta’ala berfirman
Allah Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya
mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Dan allah juga berfirman :
فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Maka apabila telah tiba ajal mereka, tidaklah mereka
dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mereka dapat
mendahulukannya. (An-Nahl 16:61)
Didalam hadist yang di riwayatkan oleh attarmidzi, nabi
Muhammad saw bersabda yang artinya : “sakaratul maut itu sakitnya sama dengan
tusukan tiga ratus pedang”.
Atau sakitnya itu seperti di kuliti hidup-hidup. Bahkan
sakaratul maut yang paling ringan dan yang paling haluspun masih meninggalkan
bekas rasa sakit. Hal itu telah di alami oleh nabi idris as yang memohon kepada
allah swt untuk diberikan cara terhalus dalam mencabut nyawanya, namun nabi
idris as masih merasakan sakit yang luar biasa. Maka sangat beruntunglah siapa
yang matinya dalam keadaan baik.
Sesungguhnya orang yang beriman itu hanya ada 2 jenis:
1. Kalau umurnya panjang maka amal kebaikannnya banyak.
2. Kalau umurnya pendek maka dosanya pun berkurang dan sedikit.
1. Kalau umurnya panjang maka amal kebaikannnya banyak.
2. Kalau umurnya pendek maka dosanya pun berkurang dan sedikit.
Oleh karena itu hanya dengan menngingat matilah hati kita
menjadi lunak dan terhindar dari sifat cinta dunia. Dan tentunya kita harus
untuk selalu beristigfar dan bertaubat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ
التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ
Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan
sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat
Dan juga nabi bersabda:
(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِيْ اليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ )) رواه مسلم.
(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِيْ اليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ )) رواه مسلم.
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan
memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak
100 kali.” (HR. Muslim).
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ
يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا
Artinya : kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal
saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan)
sedikitpun.
#cp123
#cp123

