Sabtu, 20 Februari 2021

MUHAMMAD SANG GURU PROFESIONAL

 

MUHAMMAD SANG GURU PROFESIONAL

Oleh : Rudya Ismail Al-takenzey

Mahasiswa PAI pascasarjana UIN padang sidimpuan

 

            Nabi Muhammad Saw. Dalam bidang pendidikan bisa disebutkan guru yang professional. Realitasnya beliau mengajarkan al-Qur’an dan hadis kepada para sahabat.[1]

           
            Berbicara mengenai sosok nabi Muhammad Saw adalah suatu keharusan bagi seluruh ummatnya, sebab ia adalah suri tauladan bagi ummat manusia dan alam semesta. Dan sebagai ummatnya kita haruslah mengetahui biografi dan sirah perjalanan hidup beliau. Kita juga di anjurkan untuk selalu bershalawat kepadanya sehingga kelak kita bisa mendapatkan syafa’at beliau dan dapat merasakan haud Muhammad, yaitu suatu telaga yg disiapkan untuk ummatnya yg kehausan di akhirat kelak.

Berbicara tentang sosok profil nabi Muhammad SAW sungguh tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata  betapa mulianya ia sebagai manusia terbaik di alam semesta, sebab Allah ta’ala telah menjadikannya suri tauladan, pendidik, guru dan sebaik-baik pemimpin, dan manusia yang paling baik rupa dan akhlaknya. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita sebagai umatnya untuk mempelajari sirah perjalanan hidupnya. Sebab membaca dan mempelajari sirah nabawiyahnya maka seolah-olah kita masuk ke kehidupannya pada zaman itu, sesungguhnya sirah nabawiyahnya jika seseorang mentadaburinya maka ia akan langsung percaya akan kenabiannya, dan akan bersaksi bahwa ia adalah utusan Allah Swt, seandainya ia tidak memiliki mukjizat, seperti membelah bulan, mengeluarkan air dari sela-sela jarinya dan lain sebagainya maka dengan sirah nabawinya ini sudahlah cukup untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang nabi yang di utus oleh jalla wa ‘ala.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muttolib Bin Hashim Bin Abdul Manaf Bin Qusay Bin Kilab Bin Murrah Bin Ka'ab Bin Lu'ay Bin Ghalib Bin Fihr Bin Malik Bin an-Nadhr Bin Kinanah Bin Khuzaimah Bin Mudrikah Bin Ilyas/Liyas Bin Mudhor Bin Nizar Bin Ma'add Bin Adnan...sampai seterusnya bersambung kepada ismail bin Ibrahim ‘alaihima salam.[2]

Ibunya bernama aminah binti wahab bin abdu manaf bin zuhrah. Dan rasulullah SAW dilahirkan di makkah di suku bani hasyim yaitu pada hari senin 12 rabiul awwal atau 20 april 571 M pada tahun gajah, dan ayahnya wafat sebelum ia dilahirkan lalu kekeknya abdul muttalib yang menamainya Muhammad. Lalu orang yang pertama kali menyusuinya adalah ibunya lalu tsaubah yaitu budaknya abu lahab lalu halimatusa’diyah.

Ketika umur 6 tahun wafatlah ibundanya lalu kakek beliau yang merawatnya yaitu abdul mutthalib tapi setelah 2 tahun kakeknya juga wafat, lalu paman beliau yang merawatnya, Muhammad kecil sibuk mengembala kambing dan kemudian sibuk berniaga.

Lalu Allah ta’ala mengutus nabi Muhammad rahmatan lil ‘alamin dan dakwah pertamanya yaitu di makkah yang mana mereka penduduk makkah menyembah berhala. Lalu rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun kepada keluarga dan kerabat dekatnya, lalu setelah itu berdakwah kepada penduduk makkah supaya meyembah Allah Swt dan meninggalkan dari menyembah berhala. Dan nabi berdakwah di makkah selama 13 tahun lalu hijrah ke madinah untuk meyebarkan agama islam dan mendirikan daulah islamiyah. Yang dipondasikan oleh kaum ansar dan muhajirin, mereka berada di daerah yastrab dan terkenal dengan nama madinah yang telah Allah janjikan akan menerangi kota tersebut hingga kiamat.

Sedangkan perang pada masa nabi berjumlah 27 perang, tapi yang diikuti oleh nabi hanya 9 peperangan. Perang tersebut adalah untuk mempertahankan islam dari musuh-musuhnya dalam menyebarkan agama islam yang lembut. Di antara peperangan tersebut sebagai berikut:[3]

·         Perang badar antara quraisy dan muslimin pada tahun 2 hijriyah.

·         Perang uhud antara quraisy dan muslimin tahun 3 hijriyah.

·         Perang ahzab antara pihak arab dan muslimin tahun 5 hijriyah.

·         Perjanjian hudaibiyah antara quraisy dan muslimin tahun 6 hijriyah.

·         Perang mu’tah melawan orang romawi tahun 8 hijriyah.

·         Fathu makkah  tahun 8 hijriyah.

·         Perang hinin tahun 8 hijriyah.

·         Perang tabuk pada 9 hijriyah.

Lalu peperangan nabi SAW dengan orang yahudi :

·         Dengan bani qoyanqo’ tahun 2 hijriyah

·         Dengan bani nadhir tahun 4 hijriyah.

·         Dengan bani quraizhoh tahun 5 hijriyah.

·         Dan perang khaibar tahun 7 hijriyah.

 

Istri-istri nabi Muhammad SAW : Khadijah binti khuwailid, saudah binti zam’ah, aisyah binti abu bakar assiddiq, hafsah binti umar bin khattab, jainab binti khuzaimah, zuwairiyah binti haris, jainab binti zahas, ummu salamah, sofiyah binti hayi bin aktab, ummu habibah ramlah binti abi sufyan, maimunah binti haris alhilaliyah, lalu ada sofia al-qibtiyah dan rihanna binti zaid alqurziyah.

Anak-anak nabi Muhammad SAW adalah :  Qosim, Abdullah, Ibrahim, zainab, ruqyah, ummu kalsum, dan Fatimah.

            Lalu sosok nabi Muhammad diutus oleh Allah jalla wa ‘ala memanglah sebagai guru untuk membimbing manusia dari kebodohan menuju ke wawasan pengetahuan, yaitu beliau mengajarkan melalui al-Qur’an dan hadis kepada sahabat-sahabat beliau, dan juga dari perangai dan akhlak beliau.

>            Salah satu contoh pendidikan beliau kepada ummatnya melalui akhlaknya yaitu ketika masih kafir umar bin khattab adalah orang yang paling memusuhi nabi, membenci dan menentang ajaran nabi. Tapi nabi tidak membalas membenci ummar bin khattab, sebab nabi tau bisa jadi musuhnya itu suatu saat menjadi kekasihnya  seperti didalam hadis riwayat at-tarmidizi, nabi bersabda:  "Ahbib habibaka haunan ma, 'asa an yakuna baghidhoka yauman ma. Wa abghidh baghidhoka haunan ma, 'asa an yakuna habibaka yauman ma"

(Cintailah kekasihmu itu sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan membencinya suatu ketika. Dan bencilah orang yang kamu benci sekedarnya saja, boleh jadi kamu akan mencintainya suatu ketika) (HR. Tirmidzi).

           

>Dan juga beliau mengajarkan al-Qur’an dan hadis melalui halaqah-halaqah, ketika berceramah, khutbah, maupun pada pertanyaan-pertanyaan para sahabat ketika sahabat tidak mengetahui suatu masalah, maka nabi akan menjawabnya, dan sedangkan ketika nabi tidak mengetahui suatu jawaban maka beliau akan diam, dan menunggu jawabannya turun dari langit, sebab  dalam al-Qur’an dikatakan segala ucapan beliau itu adalah wahyu “wa ma yantiku anil hawa”.

>Nah begitulah seorang nabi sebagai guru yang prosesional. Kita juga sebagai guru haruslah mengikuti sosok guru seperi beliau, jika ada suatu masalah maka kita tidak perlu kita paksakan untuk menjawab dengan jawaban yang kurang memuaskan, lebih baik kita cari jawaban yang lebih memuaskan dengan merujuk kepada rujukan-rujukan yang banyak, agar ilmu dan jawaban yg kita ajarkan itu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannnya. Wallahu a’lam bisshowab.

 

 



[1]  Sehat Sultoni Dalimunthe, ontologi pendidikan islam, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hal. 8

[2] Abu Muhammad abdul malik. 1994. Sirah nabawiyah. Beirut. Danjl fikr.

[3] Hamid hisyam kamil. 2004. Khulasatul anba’ fi qisasil anbiya’. Kairo.